Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora https://almufi.com/index.php/ASH <p>Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora (ASH) menerbitkan karya hasil penelitian dan kajian ilmiah pada ruang lingkup ilmu sosial dan ilmu humaniora diantaranya: antropologi, kajian bisnis, kajian komunikasi, tata kelola perusahaan, kriminologi, kajian lintas budaya, demografi, kajian ekonomi pembangunan, studi pendidikan dan etika, geografi sosial, studi manajemen teknologi informasi, hubungan industrial, hubungan internasional, studi hukum, studi media, ilmu politik, studi dinamika kependudukan, studi psikologi, studi administrasi publik, sosial kesejahteraan, studi agama dan linguistik.</p> <p>Kami menerbitkan artikel dalam setahun sebanyak 3 nomor (edisi) pada setiap bulan Maret, Juli, dan November.</p> Yayasan Almubarak Fil Ilmi id-ID Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora 3046-8507 Sosialisasi KUHP (UU No. 1 Tahun 2023) dan KDRT di Desa Jaranguda https://almufi.com/index.php/ASH/article/view/624 <p>Indonesia&nbsp; sedang&nbsp; mengalami&nbsp; masa&nbsp; transisi&nbsp; hukum&nbsp; pidana&nbsp; dari warisan kolonial&nbsp; Belanda&nbsp; menuju Kitab&nbsp; Undang-Undang Hukum&nbsp; Pidana&nbsp; (KUHP) Nasional yang baru, yaitu UU No. 1 Tahun 2023. Namun, informasi mengenai perubahan hukum ini belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat di daerah. Pengabdian&nbsp; ini bertujuan untuk meningkatkan&nbsp; pemahaman dan kesadaran hukum kepada Masyarakat&nbsp; Desa Jaranguda mengenai teori, larangan, dan sanksi dalam KUHP yang baru. Metode yang digunakan&nbsp; adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui penyuluhan interaktif bertajuk Legal Talk, yang dibarengi&nbsp; dengan observasi&nbsp; partisipatif terhadap antusiasme&nbsp; dan respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui penyampaian materi yang sederhana, peserta dapat memahami perbedaan mendasar hukum lama dan baru. Masyarakat&nbsp; melalui Kepala Desa dan Kepala dusun&nbsp; menjadi paham tentang konsep keadilan , aturan delik aduan terbatas pada pasal kesusilaan, serta ancaman pidana terhadap masalah sehari-hari seperti minuman keras, narkotika, dan pencurian. Kegiatan ini berhasil meluruskan&nbsp; berbagai mitos hukum di masyarakat.</p> Maria Ferba Editya Simanjuntak Hanna Niken Julia Sihotang Kurnia P. Hutapea Trio Alpan Tarigan Venius Ndruru Hak Cipta (c) 2026 Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-07-15 2026-07-15 3 2 1 6 10.63821/ash.v3i2.624 Etika Literasi Digital https://almufi.com/index.php/ASH/article/view/631 <p>membentuk perilaku pengguna internet yang bijak dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai pendapat ahli dan lembaga terkait literasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika literasi digital mencakup beberapa aspek utama, yaitu sopan santun dalam komunikasi, cek fakta sebelum menyebarkan informasi, menghargai privasi orang lain, menghormati hak cipta, menghindari perundungan siber, serta bertanggung jawab atas konten yang dibuat. Temuan juga menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran etika digital dapat berdampak negatif terhadap individu maupun masyarakat luas. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital agar pengguna internet mampu menggunakan teknologi secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Kesimpulannya, etika literasi digital merupakan komponen penting dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan bermanfaat. Penerapan nilai-nilai etika digital diharapkan dapat membentuk masyarakat yang lebih bijak dalam menggunakan teknologi informasi di era modern.</p> Buhari Hadi Machmud Nurdin Imelda Wahyuni Hak Cipta (c) 2026 Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-07-26 2026-07-26 3 2 7 17 10.63821/ash.v3i1.631 Desain Inovasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Sosiologi dan Teknologi https://almufi.com/index.php/ASH/article/view/607 <p>Perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial pada era Society 5.0 memberikan tantangan baru bagi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Kurikulum tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan keagamaan, tetapi juga dituntut mampu mengembangkan kompetensi spiritual, sosial, intelektual, dan literasi digital secara terpadu. Penelitian ini bertujuan menganalisis desain inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis sosiologi dan teknologi serta merumuskan model konseptual yang adaptif terhadap dinamika masyarakat dan perkembangan teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>). Data diperoleh melalui telaah berbagai artikel ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum, sosiologi pendidikan Islam, teknologi pendidikan, dan Society 5.0. Analisis data dilakukan melalui <em>content analysis</em> dan <em>thematic analysis</em> untuk menghasilkan sintesis konseptual mengenai model kurikulum yang integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum PAI perlu mengintegrasikan perspektif sosiologi dan teknologi pada seluruh komponen kurikulum, meliputi tujuan pembelajaran, materi ajar, strategi pembelajaran, sistem asesmen, dan budaya sekolah. Integrasi tersebut menghasilkan kurikulum yang lebih kontekstual, adaptif, humanis, serta mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era digital tanpa mengabaikan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyusunan model konseptual pengembangan kurikulum PAI berbasis sosiologi dan teknologi yang dapat dijadikan kerangka teoretis bagi pengembangan kurikulum pada sekolah maupun madrasah.</p> Sri Marliah Puteri Taridala Herman Moh. Yahya Obaid Samsuri Hak Cipta (c) 2026 Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-07-27 2026-07-27 3 2 18 24 10.63821/ash.v3i2.607 Inovasi Kurikulum PAI Berbasis STEM dalam Literasi Qur’ani Abad Ke-21 https://almufi.com/index.php/ASH/article/view/610 <p>Artikel ini bertujuan merumuskan inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis teknologi melalui integrasi Sains, Teknologi, Ekologi, dan Matematika (STEM) dalam memperkuat literasi Qur’ani dan kompetensi abad ke-21. Penelitian menggunakan kajian literatur integratif dengan menyintesis berbagai artikel jurnal nasional, dan artikel jurnal internasional, serta dokumen kebijakan pendukung yang terbit pada rentang 2016–2026. Data dianalisis melalui analisis isi dan sintesis tematik dengan fokus pada fondasi epistemologis, desain kurikulum, pedagogi digital, etika ekologis, dan nilai moderasi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi STEM dalam PAI dapat mereduksi dikotomi ilmu agama dan ilmu umum dengan menempatkan tauhid serta ayat kauniyah sebagai fondasi epistemologis untuk mengamati, mengukur, merancang, dan merefleksikan masalah nyata. Model yang ditawarkan meliputi fondasi Qur’ani-teologis, inkuiri saintifik kontekstual, pembelajaran proyek digital, aksi ekologis, dan asesmen reflektif. Tantangan utama meliputi kompetensi digital guru, kesenjangan infrastruktur, keterbatasan modul interdisipliner, dan lemahnya kolaborasi lintas mata pelajaran.</p> Jusran Moh. Yahya Obaid Herman Samsuri Halik Hak Cipta (c) 2026 Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-07-27 2026-07-27 3 2 25 32 10.63821/ash.v3i2.610