Dinamika Pendidikan Ruhani: Studi Kualitatif Perbandingan Model Pembelajaran Tasawuf di Lingkungan Akademik dan Tradisional
DOI:
https://doi.org/10.63821/ash.v3i1.572Kata Kunci:
Pendidikan Tasawuf,, Kesehatan Mental Spiritual,, Sintesis Ikhtiar-Tawakal,,, Epistemologi Dhawq,, Psikologi Islam,Abstrak
Berangkat dari realitas masyarakat modern yang cenderung materialistik dan terfragmentasi, krisis kesehatan mental dan spiritual yang semakin mengemuka menuntut pendekatan penyelesaian yang bersifat holistik dan mendalam. Kondisi inilah yang melatarbelakangi penelitian ini, dengan tujuan untuk mengeksplorasi model-model pendidikan tasawuf, baik yang tradisional maupun yang terkini, sebagai sebuah kerangka solutif yang mengintegrasikan teori dan praktik guna meraih keseimbangan psikis dan spiritual. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, penelitian ini didesain sebagai sebuah library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Melalui pendekatan metodologis ini, kajian dilakukan secara kritis terhadap literatur primer dan sekunder yang membahas epistemologi, metodologi, serta aspek kelembagaan dari tasawuf. Analisis mendalam terhadap khazanah tekstual ini kemudian menghasilkan sebuah temuan inti. Temuan utama penelitian mengungkapkan bahwa efektivitas pendidikan tasawuf bertumpu pada sintesis harmonis antara ikhtiar (usaha spiritual) dan tawakal. Sintesis fundamental ini diaktualisasikan melalui serangkaian praktik inti seperti tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), mujahadah (kesungguhan spiritual), dan muraqabah (penghayatan dan pengawasan diri). Lebih jauh, sintesis ini terbukti membangun keseimbangan psikologis yang kokoh, karena berhasil mengintegrasikan pendekatan kognitif-akademis dengan pengalaman spiritual langsung (dhawq), serta menyelaraskan struktur kelembagaan formal dengan bimbingan spiritual yang bersifat personal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan dua implikasi utama. Pertama, kajian ini berkontribusi dalam pengisian celah teori pada studi psikologi-spiritual melalui perspektif tasawuf yang integratif. Kedua, model sintesis yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi sebuah kerangka intervensi yang aplikatif. Kerangka ini berpotensi untuk diadaptasi dalam pengembangan program kesehatan mental dan pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai spiritual, baik dalam lingkungan pesantren, komunitas urban modern, maupun institusi perguruan tinggi.
Unduhan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






