Analisis Pengaruh kedalaman terhadap Karakteristik Penurunan Tiang Pancang Mini Berulir pada Tanah Lempung dan Gambut
DOI:
https://doi.org/10.63821/ash.v3i2.640Kata Kunci:
Bakau, Beton pracetak berulir, Gambut, Lempung, PenurunanAbstrak
Tanah lempung dan gambut merupakan tanah lunak yang dapat mengalami penurunan akibat pembebanan. Penelitian ini menganalisis karakteristik penurunan dan kapasitas dukung mini pile beton berulir serta tiang kayu bakau pada kedalaman 1 m. Pembahasan dibatasi pada tanah lempung dan gambut, konfigurasi tiang tunggal dan kelompok, serta pengujian 0 jam dan 48 jam. Pengujian dilakukan secara eksperimental menggunakan pembebanan bertahap dan dial gauge. Pada tanah lempung, beban loss tiang tunggal pada 0 jam adalah 290 kg untuk beton dan 210 kg untuk bakau; setelah 48 jam menjadi 350 kg dan 270 kg. Pada tiang kelompok, beban loss 0 jam adalah 435 kg dan 295 kg, sedangkan 48 jam menjadi 475 kg dan 355 kg. Pada tanah gambut, beban loss tiang tunggal 0 jam adalah 250 kg dan 190 kg, sedangkan 48 jam menjadi 290 kg dan 250 kg. Untuk kelompok, beban loss 0 jam adalah 335 kg dan 275 kg, sedangkan 48 jam menjadi 395 kg dan 355 kg. Hasil menunjukkan beton berulir mempunyai kapasitas dukung lebih tinggi daripada kayu bakau dan pengujian 48 jam cenderung meningkatkan kapasitas.
Unduhan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






