Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Penguatan Kapasitas UMKM Ikan Asap Berbasis Branding Digital dan Pemasaran Media Sosial untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal
DOI:
https://doi.org/10.63821/ash.v3i2.643Kata Kunci:
Pemberdayaan, UMKM, Branding Digital, Pemasaran Media Sosial, Daya SaingAbstrak
Pemberdayaan masyarakat pesisir di Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Ereke) menghadapi kendala struktural dalam pengembangan usaha ikan asap, meliputi penggunaan teknologi pengasapan tradisional, kemasan yang masih sederhana, keterbatasan pemahaman branding, serta belum optimalnya pemanfaatan pemasaran digital. Kegiatan pengabdian dan penelitian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ikan asap melalui pembentukan identitas merek (digital branding) dan strategi pemasaran berbasis media sosial guna meningkatkan daya saing serta nilai tambah produk lokal. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research) melalui teknik wawancara tatap muka, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi branding, perbaikan desain visual kemasan, serta pembuatan akun media sosial usaha (WhatsApp Business, Instagram, dan TikTok) berhasil memotong rantai distribusi tradisional dan memperluas jangkauan pasar hingga ke wilayah perkotaan. Meskipun demikian, keterbatasan fasilitas cold storage dan sarana pendukung produksi masih menjadi tantangan operasional utama. Oleh karena itu, keberlanjutan program ini memerlukan keterlibatan skema kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah daerah dan lembaga keuangan untuk memberikan dukungan sarana produksi serta pendampingan digital secara berkelanjutan.
Unduhan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






