Culture Shock Peserta Program MBKM Pertukaran Mahasiswa Universitas Riau di Ibaraki Christian University

Penulis

  • Farah Shiba Azzahra Universitas Riau
  • Merri Silvia Basri Universitas Riau
  • Dini Budiani Universitas Riau

Kata Kunci:

Culture Shock, Pertukaran Mahasiswa di Jepang, Mahasiswa Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor terjadinya culture shock pada mahasiswa Universitas Riau di Ibaraki Christian University. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan fenomenologi. Adapun mahasiswa yang dipilih sebagai informan dalam penelitian ini ialah delapan orang mahasiswa Universitas Riau yang sedang atau telah menempuh studi di Ibaraki Christian University Jepang selama 6 bulan hingga 1 tahun. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat lima faktor utama penyebab terjadinya culture shock pada mahasiswa Universitas Riau, yaitu: (a) Finansial, tingginya beban biaya hidup di Jepang. (b) Tantangan Akademik, mencakup perbedaan sistem pembelajaran, penggunaan bahasa Jepang yang cepat, istilah akademik baru, dan keterbatasan interaksi langsung dengan dosen di dalam ruang kelas. (c) Hambatan Bahasa, mencakup kecepatan berbicara, penggunaan dialek Ibaraki, singkatan bahasa, onomatope, bahasa gaul, serta kesulitan dalam menggunakan keigo dan membaca kanji. (d) Hubungan Sosial, mencakup hilangnya koneksi emosional dengan keluarga, sulit membangun relasi baru, hingga pengalaman diskriminasi sebagai orang asing. (e) Norma Masyarakat, mencakup menyesuaikan diri dengan aturan tinggal di asrama, sistem transportasi umum, menjalankan ibadah, serta etika bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari.

Referensi

Ananda, G. R., Aibonotika, A., & Nimashita, H. (2019). Perbandingan Dialek Ibaraki dengan Ragam Standar Bahasa Jepang. Jurnal Online Mahasiswa FKIP. 6(1), 1-10.

Coupé, C., Oh, Y. M., Dediu, D., & Pellegrino, F. (2019) Different Languages, Similar Encoding Efficiency: Comparable Information Rates Across the Human Communicative Niche. Science Advances. 5(8), 1-10.

Ernofalina. (2017). Culture Shocks Experienced by Indonesian Students Studying Overseas. International Journal of Educational Best Practices (IJEBP). 1(2), 87-105.

Febrianty, F., Haryanti, P., & Setiana, S. M. (2015) Keigo Analisis Kesalahan Mahasiswa Dalam Penggunaan (Studi Kasus Terhadap Mahasiswa Program Studi/Jurusan Sastra/Bahasa Jepang di Kota Bandung). Majalah Ilmiah UNIKOM. 13(1), 25-34.

Govinda, P. S. A. & Hanami, Y. (2023). Pengalaman Intercultural Adjustment Mahasiswa Indonesia di Jepang. Jurnal Psikologi Islam dan Budaya, 6(1), 1-20.

Hapsari, A. T., Santoso, & B. Diandra, F. P. (2024). Fenomena Culture Shock pada Mahasiswa Perantauan di Yogyakarta. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS), 4(2), 557-565.

Harunasari, S. Y. & Halim, N. (2021). Gegar Bahasa pada Program Pertukaran Mahasiswa Indonesia di Jepang: Sebuah Studi Kasus. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. 4(4) 401-412.

Kemendikbudristek. Permendikbud No 3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat 1. Diakses 12 November 2024.

Kluckhohn, C., & Kroeber, A. L. (1952). Culture: a critical review of concepts and definitions. Papers. Peabody Museum of Archaeology & Ethnology, Harvard University, 47(1), viii, 223.

Lysgaard, S. (1955). Adjustment in a Foreign Society: Norwegian Fullbright Grantees Visiting the United States. International Social Sciences Bulletin. 7, 45-51.

Maemura, N., Kato, J., & Fujihara, T. (2009). A Qualitative Investigation of Trainees' Adjustment in Japan: A Case Study of Trainees from Indonesia. Online Submission, 6(5), 25- 34.

Maizan, S. H., dkk. (2020). Analytical Theory: Gegar Budaya (Culture Shock). Psycho Idea. 18(2), 147-154.

Malau, J. L. L. & Abdullah, M. N. A. (2024) Peran Migrasi dalam Proses Akulturasi dan Dampaknya Terhadap Tingkat Homesickness pada Mahasiswa Rantau. Sabana: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara. 3(2), 115-123.

Nauriyah, U. L., Masrokhah, Y., & Hendra, A. N. (2021). Analysis of the Use and Formation of Ryakugobin Takano Ichigo’s Orange Comic. Jurnal Bahasa Jepang Taiyou. 2(1), 41-53.

Oberg, K. (1960). Cultural Shock: Adjustment to New Cultural Environments. Practical Anthropology. 7(4), 177-182.

Resticka, G. A., Junawaroh, S., & Widjatini, R. (2023). Language Shock Pada Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Fakultas Ilmu Budaya UNSOED. Prosiding PIBSI XLV UPGRIS. 216-222.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Penerbit Alfabeta: Bandung.

Sukmadinata, S. N. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tresnasari, N., dkk. (2020). Culture Shock Widyatama University Student in Following Language School Programs in Japan. PalArch’s Journal of Archaelogy of Egypt/Egyptology. 17(10), 3387-3391.

Turistiati, Ade. (2019). Strategi Adaptasi Mahasiswa Indonesia di Nara Jepang: Tinjauan Komunikasi Antarbudaya. 1. 75-89.

Unesco. (2022). Institute for Statistics. Diakses 10 November 2024, dari https://data.uis.unesco.org/index.aspx?queryid=3807

Ward, C., Bochner, S. & Furnham, A. (2005). The Psychology of Culture Shock Second Edition. Philadelphia: Taylor & Francis e-Library.

Widiyowati, E., Suyono, A., & Suryanto, B. (2020). Korelasi Antara Penguasaan Kosakata dan Kemampuan Berbicara Mahasiswa Politeknik Negeri Malang. Jurnal Akuntansi: Bisnis dan Humaniora. 07(1), 14- 18.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-08-17

Cara Mengutip

Azzahra, F. S., Basri, M. S. ., & Budiani, . . D. . (2025). Culture Shock Peserta Program MBKM Pertukaran Mahasiswa Universitas Riau di Ibaraki Christian University. Almufi Jurnal Pendidikan, 5(2), 20–28. Diambil dari https://almufi.com/index.php/AJP/article/view/433

Terbitan

Bagian

Artikel