Analisis Konteks Kuuki wo Yomu dalam Budaya Komunikasi Masyarakat Jepang pada Anime Tsuki ga Kirei

Penulis

  • Dian Mayasari Universitas Riau
  • Sri Wahyu Widiati Universitas Riau
  • Arza Aibonotika Universitas Riau

Kata Kunci:

Kuuki wo Yomu, komunikasi Jepang, , membaca suasana, anime, budaya komunikasi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konteks Kuuki wo Yomu (membaca suasana) sebagaimana digambarkan dalam anime Tsuki ga Kirei. Kuuki wo Yomu merupakan salah satu ciri khas komunikasi dalam budaya Jepang yang menekankan sensitivitas sosial, pengendalian diri, dan pemahaman konteks tanpa komunikasi verbal eksplisit. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian budaya, menganalisis 12 episode anime sebagai data primer dengan didukung literatur terkait. Data dikumpulkan melalui metode simak dan catat, lalu dianalisis berdasarkan tiga strategi utama menurut teori Lufkin (2020): memahami konteks budaya dan sejarah petutur, membaca ekspresi mikro dan isyarat non-verbal, serta memahami konteks situasi percakapan. Hasil penelitian menemukan sepuluh adegan yang memperlihatkan praktik Kuuki wo Yomu antar tokoh, yaitu demi menjaga persahabatan, mampu menangkap isyarat non-verbal, serta memahami konteks situasi saat itu. Temuan ini menunjukkan bahwa Kuuki wo Yomu bukan hanya strategi komunikasi sehari-hari, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai penting dalam budaya Jepang seperti empati, konformitas, dan penghormatan terhadap perasaan orang lain, yang semuanya berperan penting dalam menciptakan interaksi sosial yang harmonis.

Referensi

Adnyani, K. E. K. (2020). The Importance of Understanding Meaning Ambiguity in Japanese (Aimai). April, 80–87.

Bozarslan, R. (2024). Reading the Air: A study on the relationship between Japan’s overtime work culture and universal human rights.

Broeder, P. (2021). Informed Communication in High Context and Low Context Cultures. Journal of Education, Innovation and Communication, 3(1), 13–24. https://doi.org/10.34097/jeicom-3-1-june21-1

Davies, R. J., & Ikeno, O. (2002). The Japanese Mind. Tuttle Publishing.

Hernawan, W., & Pienrasmi, H. (2021). Komunikasi Antarbudaya (Sikap Sosial dalam Komunikasi Antaretnis). Pustaka Media.

Indahningrum, M., Soepardjo, D., & Roni, R. (2021). Non-Verbal Communication on Imperative Speech in Japanese and Indonesian. J-Litera: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Budaya Jepang, 3(2), 62. https://doi.org/10.20884/1.jlitera.2021.3.2.4587

Iqbal, C. I. (2018). Budaya Komunikasi Dalam Masyarakat Jepang. Walasuji, 9(1), 113–127.

Kimura, T. (2010). Keitai, Blog, and Kuuki -wo-yomu ( Read the atmosphere ): Communicative Ecology in Japanese Society. EPIC Proceedings, 199–215.

Lufkin, B. (2020). How Reading the Air Keeps Japan Running. BCC. https://www.bbc.com/worklife/article/20200129-what-is-reading-the-air-in-japan

Oktavia, D. H., Sinaga, M., & Suri, I. (2022). Budaya Aimai dalam Anime Flying Witch Karya Katsushi Sakurabi. Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra, 9(2), 86–100. https://doi.org/10.25139/ayumi.v9i2.4398

Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2014). Komunikasi Lintas Budaya. Salemba Humanika.

Wahyuni, N. S., & Izmayanti, D. K. (2021). Penyesuaian Diri Peserta Magang Terhadap Budaya Jepang: Studi Kasus Kenshusei Sumatera Barat Di Jepang. Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan, 1(1), 15–24. https://doi.org/10.37301/h

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-09-08

Cara Mengutip

Mayasari, D., Widiati, S. W. ., & Aibonotika, A. . (2025). Analisis Konteks Kuuki wo Yomu dalam Budaya Komunikasi Masyarakat Jepang pada Anime Tsuki ga Kirei. Almufi Jurnal Pendidikan, 5(2), 50–60. Diambil dari https://almufi.com/index.php/AJP/article/view/495

Terbitan

Bagian

Artikel