Dialect Stigmatization in Aceh Besar: A Sociolinguistic Study of Kuta Cot Glie and Seulimum Sub districts
کلمات کلیدی:
dialect stigmatization, Acehnese, Aceh Besar, Kuta Cot Glie, Seulimum, sociolinguistics, language attitudesچکیده
Variasi dialek adalah fokus utama dalam sosiolinguistik, terutama dalam konteks multibahasa dan multikultural di mana bahasa tidak hanya menyampaikan nilai komunikatif tetapi juga simbolis. Di Aceh Besar, dialek bahasa Aceh yang dituturkan di kecamatan-kecamatan seperti Kuta Cot Glie dan Seulimum sering kali diberi penanda sosial, mendapat penilaian negatif dari penutur di daerah lain. Studi ini menyelidiki sifat stigmatisasi dialek di dua kecamatan ini, dengan fokus pada persepsi masyarakat, sikap antar generasi, dan implikasinya terhadap identitas linguistik di kedua kecamatan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari 60 responden (30 dari setiap kecamatan) melalui wawancara semi-terstruktur, diskusi kelompok terfokus, dan observasi partisipan. Analisis tematik mengungkapkan tiga temuan utama: (1) penutur yang lebih muda menyampaikan tingkat stigma yang lebih tinggi, sering diejek karena pola bicara "pedesaan" ketika berinteraksi di luar komunitas asal mereka; (2) peserta yang lebih tua mengungkapkan ketahanan dan keterikatan yang kuat pada dialek lokal, menganggapnya sebagai penanda keaslian dan identitas sejarah; dan (3) mobilitas sosial dan migrasi perkotaan memperburuk pergeseran dialek, dengan banyak responden muda beralih ke varietas Aceh atau Indonesia yang lebih "bergengsi" di bidang pendidikan dan profesional. Temuan ini menyoroti interaksi kompleks antara identitas lokal, hierarki linguistik, dan tekanan sosial di Aceh Besar. Studi ini berkontribusi pada perdebatan sosiolinguistik global tentang stigma, prestise, dan identitas dialek, sekaligus menawarkan implikasi praktis untuk kebijakan bahasa dan pelestarian budaya di Aceh. Kata kunci: Hasil Belajar Matematika, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).
مراجع
Braun, V., & Clarke, V. (2019). Reflecting on reflexive thematic analysis. Qualitative Research in Sport, Exercise and Health, 11(4), 589–597. https://doi.org/10.1080/2159676X.2019.1628806
Coupland, N. (2020). Style, stratification and social meaning. Journal of Sociolinguistics, 24(4), 453–474. https://doi.org/10.1111/josl.12432
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Durie, M. (2020). The languages of Aceh. Kitlv Press.
Giles, H., & Coupland, N. (2019). Language: Contexts and consequences (2nd ed.). Routledge.
Hasan, R. (2023). Language shift and dialect stigma among Acehnese youth. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 13(1), 101–115. https://doi.org/10.17509/ijal.v13i1.45678
Holmes, J. (2021). An introduction to sociolinguistics (6th ed.). Routledge.
Labov, W. (2019). Sociolinguistic patterns (2nd ed.). University of Pennsylvania Press.
Low, E. L., & Pakir, A. (2021). Language planning in Southeast Asia: Negotiating diversity. Asian Englishes, 23(1), 5–20. https://doi.org/10.1080/13488678.2020.1850136
Rahman, A. (2022). National language policy and regional dialects: The case of Acehnese. Language Policy, 21(2), 233–250. https://doi.org/10.1007/s10993-021-09589-1
Rickford, J. R. (2019). Variation and change in African American Vernacular English. Cambridge University Press.
Trudgill, P. (2021). Sociolinguistics: An introduction to language and society (5th ed.). Routledge.
Yusuf, Y. Q., & Maulina, S. (2021). The dynamics of Acehnese language maintenance among young speakers. Language & Communication, 78, 54–63. https://doi.org/10.1016/j.langcom.2021.01.002
##submission.downloads##
چاپ شده
ارجاع به مقاله
شماره
نوع مقاله
مجوز
حق نشر 2025 Fauzan

این پروژه تحت مجوز بین المللی Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 می باشد.










